Fastest way to know about me

Mungkin saya memang bukan penulis ilmiah. Melakukan penelitian setahun penuh, menghabiskan dana yang cukup banyak, mengorbankan waktu, lalu cuma menghasilkan penemuan bakso yang mengandung formalin. Hey dude, nowadays bakso berformalin sudah terlalu biasa untuk kami kaum digital.

Tapi, satu hal ini menggelitik saya untuk meneliti. Setelah cukup geli terkena gelitikan, saya memutuskan untuk meneliti.

Sangat sering kita makan ayam bakar yang disertai lalapan, bukan hanya ayam bakar, ada banyak sekali makanan yang disertai lalapan. Maaf karena keterbatasan waktu tidak semua makanan bisa saya sebutkan.

Lalapan berfungsi sebagai pencuci mulut, karena diambil dari kata dasar ‘lap’ yang dalam bahasa jawa berarti kain untuk membersihkan. Ilmiah sekali bukan?

Dalam lalapan itu sendiri ada berbagai macam sayur mayur, dari timun, sawi, kol, tomat, sate kambing muda, dan lain lain. Nikmat bukan lalapan pakai sate kambing muda? Saya jadi pengen.

Anda pernah nonton film Rogue One: A Starwars Story? Film tersebut merupakan film Starwars yang keluar dari sekuel dengan keberadaan kronologisnya berada antara seri ke III dan seri ke IV: A New Hope. Saya lupa judulnya yang ketiga, kebetulan saya lagi males browsing. Anda pernah nonton? Bodo amat.

Kembali ke penelitian ilmiah saya. Informatif bukan?

Jadi saya menyoroti pada timun yang disini, notabennya adalah sebagai lalapan. Terkadang timun yang saya makan terasa pahit, itu hal yang cukup mengganggu, setara mengganggunya dengan ibu ibu bawa motor nyalain lampu sen kanan taunya mundur. Wow, cukup mengejutkan.

Kebetulan kali ini saya menyoroti dengan lampu CYC jadi terasa sedikit panas.

Jadi, kalau anda menemukan atau memakan timun lalapan yang terasa pahit, jangan dimakan!

Kenapa?

Penjelasannya simpel saja, karena terasa pahit. Sekian.

Sesantai Santai

Kembali dari Jakarta, jam 3 pagi di boulvard kampus tercinta.

Pagi itu, Fajar, sahabat kontrakan, yang mentang mentang orang Jakarta yang pernah naik bis ke Solo, nggak percaya kalau bis dari Jakarta bakal sampai di Solo jam 3 pagi. Kewajibannya jemput gue dilalaikan demi tidur nyenyak. “Kalau bangun jam 4 bakal gue jemput“, katanya. Padahal jelas jelas jam 3 pagi gue udah sampai di Solo. Yah, beginilah persahabatan.

Akhirnya, Bagas, sahabat lintas kontrakan, yang dengan senang hati menyambut kedatangan gue ke Solo.

Datang dengan keadaan belum makan malem semalem disambung dengan jam sarapan yang masih lumayan pagi, kami mampir ke burjo. Burjo sangat mengerti keadaan mahasiswa yang sewaktu waktu bisa lapar. We love burjo. (Paragraf ini disponsori oleh burjo)

Ngobrol ngalor ngidul dengan Bagas ditemani semangkok indomie, sampai pada pembicaraan ini, “Do you know who is more santai more than me?” kata Bagas yang udah gue inggriskan, biar kelihatan lebih keren. “Who?“, tanya gue balik tapi dalam bahasa sehari hari tentunya. “You.“, jawab Bagas yang membuat gue tercengang. Biasa aja sih sebenernya, biar mendramatisir aja.

Gue nggak tau kenapa begitu banyak orang menilai gue adalah orang yang santai banget. Padahal sebenernya gue cuma menikmati hidup, mengurangi hal hal nggak penting kek marah, dendam, iri, cemas, dan hal hal yang lain yang menurut gue nggak penting.

Contohnya kalo di jalan ada orang hampir nabrak gue kurang 1 cm lagi, paling gue cuma degdegan dan nggak marah. Karena ada hal yang bisa gue syukuri: cuma hampir nabrak.

Lagi, gue orangnya jarang banget bisa iri, apalagi dengan hal hal yang gue nggak tertarik. Misal ada orang ipknya 4.00 ya gue biasa aja, gabakalan ngiri, bahkan bukan sesuatu yang wah buat gue. Karena ada hal yang bisa gue syukuri: gue enggak di DO kampus.

Terakhir, gue susah cemas. Karena gue punya moto hidup, everything gonna be okay. Kalo nggak okay sekarang, mungkin nanti, atau mungkin besok. Nggak ada yang perlu dikhawatirin, selalu ada jalan buat kembali ke keadaan okay okay saja.

Jadi, hidup santai bukan tujuan gue, tapi hasil dari beberapa cara berfikir yang selama ini gue pake. Yak, gitu aja. Nggak penting sih, biar blognya kelihatan aktif aja. Mantab soul.

Untuk mbak Panda

Well, (mulai ngepost pake well biar keren) gue lagi posisi di Jakarta, jauh dari rumah.

Beberapa kali terakhir post gue tulis dengan tanggal yang acak, untuk sekedar tidak dibaca ataupun memang gue butuh tempat bercerita.

Tapi post ini ditulis langsung, post saat ini juga. Rabu, 23 November 2016, di salah satu rumah sederhana di Jakarta Timur.

Prolognya lumayan panjang, sekalian ngasih waktu buat mikir darimana gue harus memulai cerita ini.

Baik, dimulai dari awal kita bertemu. Dalam sebuah ruang kelas, gue adalah orang terakhir yang dapat kelompok karena sudah hampir satu bulan gue bolos mata kuliah itu.

Well (well lagi biar keren), dari sana kita kenal. Entah apa yang ada di pikiranmu ketika itu. Mau maunya saja kamu berkenalan dengan kakak tingkat yang nggak jelas masa depannya seperti ini.

Read the rest of this entry »

Saking Nggak Ada yang Baca

Gue sadar kalo blog ini nggak ada yang baca selain gue sendiri. Mungkin.

Saking nggak ada yang baca, jumlah viewersnya cuma 59,486 Klik.

Semakin rahasia sebuah blog, semakin berbahaya blog tersebut. Misal kalo gue naruh file perdagangan gelap disini? Gimana coba hayo? Kan nggak ada yang baca. Ah sudahlah nulis banyak banyak juga paling yang baca nggak ada.

Buat lo anak ekonomi atau bukan anak ekonomi, mau nggak nih gue bikin PO kaos yang keren abis?

Desainnya gini

Desainnya gini

atau gini

atau gini

Karna gue anak ekonomi jadi gue patok harganya 60k/pcs aja, trus kalo lengan panjang atau nambah size x cukup 5k aja. Trus kalo kalian cuma pengen produksi kaos dengan desain sendiri bisa ke gue. Hastag #bikin #kaos #online. Yah nulis panjang panjang nggak ada yang baca juga sih. Kalo ada yang mau pesen kontak gue via line dengan id: enricoaldi.

Makanan Berkuah

Setelah main PS3 di deket kampus, biasanya perut ini bakal merintih kelaparan. Menanggapi sinyal kelaparan yang dikirimkan perut, biasanya gue berpindah dari rental PS menuju warung makan ayam geprek pokwe di bawah rental PS. Kalau udah di ayam geprek pokwe di bawah rental PS, biasanya gue mesen ayam geprek, kenapa? Karena itu warung ayam geprek.

Jadi, dari paragraf di atas kita dapat menyimpulkan bahwa: rental PS adalah rejeki bagi ayam geprek pokwe dan gue nggak suka makanan berkuah.

Salah satu temen gue namanya Umar pernah makan ayam geprek sampai 31 kali dalam 15 hari. Nah, nggak penting sih kenapa gue harus cerita tentang dia, tapi intinya sekali lagi gue nggak suka makanan berkuah. Kenapa? Check this out!

1. Makannya susah
Jadi kan ikan lebih susah ditangkap saat ikan itu lagi berenang di air dan akan jadi lebih mudah waktu ikan itu lagi di darat. Susah aja gitu makan makanan yang renang kesana kemari, disendok cuma kuah yang masuk ke sendok. Sebel aja gitu makannya, gue jadi merasa dipermainkan oleh makanan. Jadi gue nggak suka.

2. Bikin basah
Buat yang nggak tau, kuah itu air yang ada dalam masakan. Beberapa kelompok masyarakat menyamarkan kuah ini jadi kaldu-lah, jadi kuah-lah, pokoknya disamarkan dengan tujuan biar gue tertipu dan akhirnya makan. Kalau lagi makan makanan berkuah harus ati ati, biasanya kuahnya tumpah ke celana, tumpah ke meja, bahkan kadang bikin banjir Jakarta. Jadi kalo kalian suka kuah minum aja air banjir Jakarta.

3. Menghambat perekonomian
Kadang gue liat konsumen nasi padang yang cuma mesen nasi + daun singkong + kuah, trus udah gitu masih ngomong: “Nasi, daun singkong, sama kuahnya dibanyakin ya bang..“. Dibanyakin pala lu dibanyakin. Kalo gini caranya masakan padang lama lama bisa merugi. Gue udah berhenti mesen dengan cara ini semenjak ke rumah makan padang terakhir, minggu lalu.

4. Bikin air minum iri
Jadi tuh ya kan udah ada bagian masing masing, kamu jadi makanan, kamu jadi air minum. Makanan itu sesuatu yang padat dan dikunyah kunyah baru ditelen, trus air minum itu sesuatu yang cair dan nggak usah dikunyah langsung ditelen. Jangan suka ngambil peran orang lain! Kita hidup sebagai manusia harus saling menghargai perbedaan karena perbedaan itu saling melengkapi. Gitu.

5. Nggak kreatif
Gue adalah salah satu orang yang gak suka plagiatisme kecuali buat lucu lucuan atau yang lagi mlagiat adalah gue. Nah makanan berkuah itu nggak kreatif, tergantung bahannya. Kalo ayam namanya sop ayam, kalo buntut namanya sop buntut, kalo sepatu namanya sop sepatu, tuh kan sop semua. Apaan dah nggak kreatif banget. Nih ya makanan nggak berkuah yang bahannya ayam aja namanya banyak, kalo digoreng jadi ayam goreng, kalo dibakar jadi ayam bakar, kalo rasanya asem tapi manis namanya ayam asam manis. Nah loh, ayam semua.

Akhir kata,
Kalian boleh suka atau nggak suka dengan makanan berkuah, tapi jangan lupa menyumbangkan suara anda dalam pilkada karena pilkada itu tinggal datang, coblos, pulang. Even you don’t know who they are. Tindakan ini akan menentukan keadaan wilayah kalian beberapa tahun ke depan. Terakhir, kalau dapet ‘serangan fajar‘ diterima aja trus pilih calon yang lain. Gitu.

Di Udara

Beberapa hari yang lalu gue buka blog ini lagi. Kangen nulis.

Gue baca beberapa post yang udah lama, gue baca sambil ketawa, bukan karena lucu tapi yang ada dipikiran gue waktu ngebaca: ‘Kok gue goblok ya..

Goblok tentang pendapat pendapat gue yang sekarang malah bertentangan dengan prinsip prinsip hidup gue sekarang, kek punya prinsip hidup aja nih. Trus ini kangen nulis dan akhirnya sempet nulis lagi, tapi sayang nggak ada materi apa apa. Judulnya? Ya gataulah, dengerin aja lagunya Efek Rumah Kaca yang judulnya ini, kali kali aja nambah refrensi.

Hujan hujan gini bikin kangen, kangen sama dia yang nggak bakal kembali, duit.

Ngomong apalagi ya, yaudah deh ditutup pake gambar yah.

Mager Maksimal

Oh iya gue mau ngomong aja sih, tentang post post gue yang udah lalu apalagi yang udah bertahun tahun lalu, dianggep hiburan aja. Dulu pernah mikir kalo semua orang harusnya punya blog trus bikin autobiografi sendiri sendiri dan saling baca dan saling mengerti, tapi sekarang yang gue rasakan privacy should be privacy. Cielah pake bahasa Inggris.

Sadar gak sih hal yang sekarang harusnya di privasiin malah jadi tayangan buat publik? No secret? Dan ada sebuah sidang yang harusnya terbuka malah ditutup? Kehormatan?

Oh iya yang terakhir buat yang pengen kontak sama gue, share share tentang apa aja kontak aja di Line dengan ID: enricoaldi.

Sejenak

Beban lelah yang terisyarat oleh otot
Memaksa duduk di sofa empuk di ruang tamu
Menonton tv sembari berhayal
Mengingat hari yang telah jaya dan hari jaya selanjutnya
Lalu saat tertentu ini si aku jatuh iri, pada diriku yang lampau

Hari jaya masa lalu membuatku merindu
Seperti Indonesia yang kehilangan bung Karno
Si aku kehilangan pemimpin diriku
Yang terlengserkan oleh politik pemimpin diriku yang baru
Si aku rindu masa senyumku masih lugu
Masa hati memenangi otak
Logika tak seaktif masa ini
Tapi semuanya sepenuh hati

Lalu sejenak ini begitu berarti
Lahir cipta karya 3 sajak
Tentang rindu yang terungkap
Hanya jelas tak terulang
Selamat jalan masa jaya yang lalu
Selamat datang masa jaya di depan jauh