Fastest way to know about me

Sesantai Santai

Kembali dari Jakarta, jam 3 pagi di boulvard kampus tercinta.

Pagi itu, Fajar, sahabat kontrakan, yang mentang mentang orang Jakarta yang pernah naik bis ke Solo, nggak percaya kalau bis dari Jakarta bakal sampai di Solo jam 3 pagi. Kewajibannya jemput gue dilalaikan demi tidur nyenyak. “Kalau bangun jam 4 bakal gue jemput“, katanya. Padahal jelas jelas jam 3 pagi gue udah sampai di Solo. Yah, beginilah persahabatan.

Akhirnya, Bagas, sahabat lintas kontrakan, yang dengan senang hati menyambut kedatangan gue ke Solo.

Datang dengan keadaan belum makan malem semalem disambung dengan jam sarapan yang masih lumayan pagi, kami mampir ke burjo. Burjo sangat mengerti keadaan mahasiswa yang sewaktu waktu bisa lapar. We love burjo. (Paragraf ini disponsori oleh burjo)

Ngobrol ngalor ngidul dengan Bagas ditemani semangkok indomie, sampai pada pembicaraan ini, “Do you know who is more santai more than me?” kata Bagas yang udah gue inggriskan, biar kelihatan lebih keren. “Who?“, tanya gue balik tapi dalam bahasa sehari hari tentunya. “You.“, jawab Bagas yang membuat gue tercengang. Biasa aja sih sebenernya, biar mendramatisir aja.

Gue nggak tau kenapa begitu banyak orang menilai gue adalah orang yang santai banget. Padahal sebenernya gue cuma menikmati hidup, mengurangi hal hal nggak penting kek marah, dendam, iri, cemas, dan hal hal yang lain yang menurut gue nggak penting.

Contohnya kalo di jalan ada orang hampir nabrak gue kurang 1 cm lagi, paling gue cuma degdegan dan nggak marah. Karena ada hal yang bisa gue syukuri: cuma hampir nabrak.

Lagi, gue orangnya jarang banget bisa iri, apalagi dengan hal hal yang gue nggak tertarik. Misal ada orang ipknya 4.00 ya gue biasa aja, gabakalan ngiri, bahkan bukan sesuatu yang wah buat gue. Karena ada hal yang bisa gue syukuri: gue enggak di DO kampus.

Terakhir, gue susah cemas. Karena gue punya moto hidup, everything gonna be okay. Kalo nggak okay sekarang, mungkin nanti, atau mungkin besok. Nggak ada yang perlu dikhawatirin, selalu ada jalan buat kembali ke keadaan okay okay saja.

Jadi, hidup santai bukan tujuan gue, tapi hasil dari beberapa cara berfikir yang selama ini gue pake. Yak, gitu aja. Nggak penting sih, biar blognya kelihatan aktif aja. Mantab soul.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: