Fastest way to know about me

Untuk mbak Panda

Well, (mulai ngepost pake well biar keren) gue lagi posisi di Jakarta, jauh dari rumah.

Beberapa kali terakhir post gue tulis dengan tanggal yang acak, untuk sekedar tidak dibaca ataupun memang gue butuh tempat bercerita.

Tapi post ini ditulis langsung, post saat ini juga. Rabu, 23 November 2016, di salah satu rumah sederhana di Jakarta Timur.

Prolognya lumayan panjang, sekalian ngasih waktu buat mikir darimana gue harus memulai cerita ini.

Baik, dimulai dari awal kita bertemu. Dalam sebuah ruang kelas, gue adalah orang terakhir yang dapat kelompok karena sudah hampir satu bulan gue bolos mata kuliah itu.

Well (well lagi biar keren), dari sana kita kenal. Entah apa yang ada di pikiranmu ketika itu. Mau maunya saja kamu berkenalan dengan kakak tingkat yang nggak jelas masa depannya seperti ini.

Yak mulai paragraf ini jadi aku kamu ya biar romantis.

Awalnya, aku biasa saja. Ya, memang kamu orang yang asik. Seorang yang openmind, orang yang kreatif.

Hingga sampai beberapa saat lalu, kita semeja bertukar pikiran di kantin Fakultas Kedokteran, menyantap salah satu menu favorit kita.

Entah hanya aku atau kamu juga menikmati saat itu. Rasanya ingin setiap sarapan dengan keadaan senyaman itu.

Sampai saat aku akan berangkat ke Jakarta. Dalam keadaan belum packing, aku sempat ke gor. H-beberapa jam keberangkatanku masih sempat sempatnya aku menyelakan sebuah pertemuan. Hehe.

Dan sekarang, mungkin aku jatuh hati pada setiap obrolan kita. Aku merasa sedikit yakin kamu juga nyaman dengan obrolan ini.

Its been a long time, right? Ya, aku tidak tau tentang masalalumu. Bahkan ketika aku mencobanya pun aku tetap tidak tau.

Aku tidak tau apakah kamu setertarik ini padaku seperti aku padamu.

Aku tau setiap malam, kamu belum hibernasi, namun Line dariku entah sengaja atau tidak, diread pun tidak. (Paragraf ini disponsori oleh Line).

Entah mengapa, mungkin aku saja yang terlalu percaya diri bahwa kamu menikmati obrolan ini.

Aku tidak pernah seragu ini tentang langkahku.

Entah mungkin memang ada ukuran tersendiri. Entah aku atau kamu yang ragu.

Aku hanya ingin kamu tau, aku tidak sebaik yang kamu pikir dan tidak seburuk yang orang lain katakan. Percayalah, aku sungguh menikmati setiap obrolan kita.

Dan kalaupun kamu membaca tulisan ini, balas lah melalui tulisanmu di Nirmana. Aku salah satu pembaca setia halaman itu.

Semuanya bercampur, aku tidak tau bagaimana harus mengakhiri pesan ini. Hehe.

Mungkin masih banyak kata yang aku pendam, tapi mungkin biar untukku saja. Untukku dan segelas kopi dimalam yang sunyi kelak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: