Fastest way to know about me

Makanan Berkuah

Setelah main PS3 di deket kampus, biasanya perut ini bakal merintih kelaparan. Menanggapi sinyal kelaparan yang dikirimkan perut, biasanya gue berpindah dari rental PS menuju warung makan ayam geprek pokwe di bawah rental PS. Kalau udah di ayam geprek pokwe di bawah rental PS, biasanya gue mesen ayam geprek, kenapa? Karena itu warung ayam geprek.

Jadi, dari paragraf di atas kita dapat menyimpulkan bahwa: rental PS adalah rejeki bagi ayam geprek pokwe dan gue nggak suka makanan berkuah.

Salah satu temen gue namanya Umar pernah makan ayam geprek sampai 31 kali dalam 15 hari. Nah, nggak penting sih kenapa gue harus cerita tentang dia, tapi intinya sekali lagi gue nggak suka makanan berkuah. Kenapa? Check this out!

1. Makannya susah
Jadi kan ikan lebih susah ditangkap saat ikan itu lagi berenang di air dan akan jadi lebih mudah waktu ikan itu lagi di darat. Susah aja gitu makan makanan yang renang kesana kemari, disendok cuma kuah yang masuk ke sendok. Sebel aja gitu makannya, gue jadi merasa dipermainkan oleh makanan. Jadi gue nggak suka.

2. Bikin basah
Buat yang nggak tau, kuah itu air yang ada dalam masakan. Beberapa kelompok masyarakat menyamarkan kuah ini jadi kaldu-lah, jadi kuah-lah, pokoknya disamarkan dengan tujuan biar gue tertipu dan akhirnya makan. Kalau lagi makan makanan berkuah harus ati ati, biasanya kuahnya tumpah ke celana, tumpah ke meja, bahkan kadang bikin banjir Jakarta. Jadi kalo kalian suka kuah minum aja air banjir Jakarta.

3. Menghambat perekonomian
Kadang gue liat konsumen nasi padang yang cuma mesen nasi + daun singkong + kuah, trus udah gitu masih ngomong: “Nasi, daun singkong, sama kuahnya dibanyakin ya bang..“. Dibanyakin pala lu dibanyakin. Kalo gini caranya masakan padang lama lama bisa merugi. Gue udah berhenti mesen dengan cara ini semenjak ke rumah makan padang terakhir, minggu lalu.

4. Bikin air minum iri
Jadi tuh ya kan udah ada bagian masing masing, kamu jadi makanan, kamu jadi air minum. Makanan itu sesuatu yang padat dan dikunyah kunyah baru ditelen, trus air minum itu sesuatu yang cair dan nggak usah dikunyah langsung ditelen. Jangan suka ngambil peran orang lain! Kita hidup sebagai manusia harus saling menghargai perbedaan karena perbedaan itu saling melengkapi. Gitu.

5. Nggak kreatif
Gue adalah salah satu orang yang gak suka plagiatisme kecuali buat lucu lucuan atau yang lagi mlagiat adalah gue. Nah makanan berkuah itu nggak kreatif, tergantung bahannya. Kalo ayam namanya sop ayam, kalo buntut namanya sop buntut, kalo sepatu namanya sop sepatu, tuh kan sop semua. Apaan dah nggak kreatif banget. Nih ya makanan nggak berkuah yang bahannya ayam aja namanya banyak, kalo digoreng jadi ayam goreng, kalo dibakar jadi ayam bakar, kalo rasanya asem tapi manis namanya ayam asam manis. Nah loh, ayam semua.

Akhir kata,
Kalian boleh suka atau nggak suka dengan makanan berkuah, tapi jangan lupa menyumbangkan suara anda dalam pilkada karena pilkada itu tinggal datang, coblos, pulang. Even you don’t know who they are. Tindakan ini akan menentukan keadaan wilayah kalian beberapa tahun ke depan. Terakhir, kalau dapet ‘serangan fajar‘ diterima aja trus pilih calon yang lain. Gitu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: