Tempatku berbagi cerita, canda, dan karya, oh iya, dan video

Cita Citaku

Makin deket usia 20+ makin ditanya cita citanya apa, kejarlah cita cita setinggi langit, setinggi langit matamu, nggak semua orang punya kapasitas ‘setinggi langit’mu. Cita cita gue banyak, mulai dari pemain bola, pemain futsal, menang superdeal 2 milyar seminggu sekali, jadi artis, punya ph, punya brand sepatu, dan masih banyak lagi. Bukan males, bukan nggak mau berkembang, bukan pesimis, gue cuma realistis, gue bukan ikan yang bisa manjat pohon, gue bukan pinguin yang bisa hidup nyaman di hutan hujan, gue tau kapasitas gue. Ada yang bilang kapasitas berkembang waktu kita dapet tekanan, ya ini hasil gue dapet tekanan. Tekanan nggak harus buruk, jujur aja, orang orang sukses dengan hobi mereka kadang juga jadi sumber tekanan, apalagi buat gue. Inspirasi apa, inspirasi sampah, udah jelas jelas beda kehidupan masih dibilang inspirasi.

Orang tua mana yang nggak bangga punya anak pemain keyboard handal yang pinter main bulu tangkis yang bisa masuk universitas yang sama bergengsinya dengan universitas anak teman temannya?
Anak mana yang nggak sedih kalau tau dia nggak bisa jadi keyboardis handal yang bisa main bulu tangkis seperti keinginan orang tuanya? Anak mana yang nggak sedih waktu tau kalo nggak bisa masuk universitas yang sama bergengsinya dengan universitas anak teman teman orang tuanya padahal udah difasilitasi?
Ibu mertua mana yang nggak bangga kalo punya menantu dokter?
Pacar mana yang nggak seneng waktu pacarnya orang yang nurut, yang rajin, yang pinter, yang bisa dibanggain didepan bapaknya, yang cumlaud, dan yang tau cara nulis cumlaud dengan bener?
GUE PENGEN, GUE MAU, tapi jeruk mau diperes pake peresan jeruk dengan kekuatan sejuta kuda yang gedenya se-galaksi-bimasakti juga nggak bakal ngeluarin sari apel. Ngejar cita cita boleh bro, tapi nggak semua cita cita bisa tercapai, apalagi yang nggak realistis kayak gue, kalo semua cita cita tercapai nggak bakal banyak guru, nggak bakal banyak buruh. Emang yang sekarang jadi guru dulunya cita citanya jadi guru semua? Mungkin gue kelihatan bego waktu begini, tapi gue bukan mental buruh bro, tapi bukan berarti juga gue nggak mau mulai sesuatu dari 0.

Jalan menuju cita cita nggak semuanya sama, bahkan beberapa yang dianggap salah mengambil tikungan malah menemukan tujuan mereka. Dan gue percaya gue lagi di jalan menuju cita cita yang mungkin masih semu, kalo enggak ya gue bakal jadi ‘beberapa’ orang tadi.

Orang bodo nggak dapet kerja, bikin usaha sendiri, begitu sukses, bawahan orang bodo ini orang orang pinter..” – Bob S.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: