Fastest way to know about me

Wah, udah April aja ya. Padahal rasanya kaya lagi aja lulus SD.

Hari pertama gue di Jakarta atau hari kedua tour gue di Jakarta gue mulai dengan transit di Islamic Center Bekasi. Yang pertamakali gue nggak nyaman adalah air buat mandi. Lagi pertamakali mandi gue langsung ngerasa homesick, gue kangen air rumah gue, lebih seger walau kadang ngebuat gue kedinginan. Setelah mandi dan berseragam alamater, gue sarapan di semacam aula gitu. Setelah sarapan selesai, gue langsung masuk ke bis dengan tujuan pengen ngadem. Ternyata, temen temen gue udah ada di bis semua, soalnya gue mandi terakhir. Di bis ada seorang pengamen yang nyeritain banyak pengalamannya di Jakarta dan sekitarnya. Katanya, dia udah ngamen dari kecil, dari kelas 4 SD, gue sendiri nggak tau dia sekolah apa enggak, tapi dari gaya bicaranya sih, dia nyaman dengan dunia perngamenan yang dijalaninya. Dia cerita banyak, mulai dari quotes quotes kehidupan sampai jenis jenis banci di Jakarta, ya, banci. Tentu saja, gue akan sharekan salah satu cerita dia yang mungkin berguna buat kalian. Katanya, di daerah taman lawang banyak banci, dia pernah dikejar banci waktu ngamen, soalnya dia ngegodain juga sih. Akhirnya setelah selesai transit, kami berangkat ke gedung KPK.

Hal kedua yang membuat gue homesick adalah panasnya Jakarta. Jalan dari bis ke gedung KPK rasanya kaya megang arang panas, tapi seluruh tubuh. Gue sih belom pernah begitu. Waktu gue sampe di gedung KPK, barengan sama datengnya bang Irjen. Djoko Susilo, ya gue kagum aja dia bisa ngolah duit buat di korupsi. Korupsi itu nggak gampang loh, dibutuhkan pelatihan bertahun tahun! Bayangin aja, mau jadi koruptor aja dari kecil harus sering nyontek, trus gedenya sering nyogok, dan akhirnya baru bisa jadi koruptor. Nggak gampang kali. Setelah itu gue ikut seminar tentang korupsi, gue jadi tau kalo korupsi itu merugikan gue dan negara, tapi tetep, korupsi nggak gampang.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Universitas Indonesia. Waktu dalam perjalanan pemandangannya keren banget, mirip negri awan awan gitu, gue lihat ada power puff girl di langit, trus gue terbang naik karpet sambil ngedengerin musik klasik, keren banget. Ternyata gue ketiduran dalam perjalanan. Sampai di UI, gue ikut seminar lagi, cuman gue nggak mudeng apa yang dibahas di seminar itu, gue cuma duduk duduk aja. Setelah itu, acara foto bareng di sekitar kampus UI. Ada yang foto kelompok study tour, ada yang foto kelompok subsie, dan ada yang foto kelas. Kerennya, di foto kelas gue nggak ada Iqbal, kasian banget dia. Setelah foto foto, kami melanjutkan perjalanan ke hotel.

Singkat cerita kami sampai hotel. Waktu terasa begitu cepat, soalnya waktu di perjalanan kami bersama sama berbagi ejekan untuk Iqbal. Keren. Di hotel biasa aja, nggak ngapa ngapain. Sampai di hotel juga biasa aja, mandi-makan-deliveri makanan-makan lagi. Tapi ada satu momen spesial yang gue inget, yaitu waktu main UNO. Jadi ceritanya gue, Onny, dan Bagas lagi main UNO bareng, berhubung gue dan Bagas nggak bisa main UNO, kami minta diajarin Iqbal. Lagi asik asik main, Roy sama Hamon dateng ngebawain deliveri makanan, permainan UNO langsung berhenti dan Iqbal pergi, soalnya dia beda kamar dan nggak ikut deliveri makanan. Kesimpulannya: Iqbal cuma gabung waktu dibutuhin. Yah, namanya juga temen~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: