Fastest way to know about me

Cukur Rambut

Dulu waktu MOS, gue pergi ke tukang cukur rambut madura, trus gue pesen potongan rambut 121 dan alhasil, pendek banget, jauh lebih pendek dari 1 cm. Gue kecewa mati matian, gue mirip mafia yang lagi dendam sama musuhnya. Setelah pristiwa itu, gue berjanji pada diri gue sendiri, kalo gue ngga bakalan masuk ke tempat tukang cukur madura, dimanapun, kapanpun.

Beberapa minggu setelah gue cukur, rambut gue tumbuh dengan sangat rapi, kalo nekat dipanjangin, gue akan mirip mbak mbak, maka dari itu, gue pergi ke tukang cukur langganan gue di suatu siang. Waktu gue sampe di tempat tukang cukurnya, tukang cukurnya lagi tidur. Gue senggol sekali, dia ngga bangun, gue senggol dua kali dia ngga bangun, akhirnya setelah senggolan ketiga, dia baru bangun. Mungkin tukang cukur ini bisa buat spanduk di depan tempat cukurnya “Senggol aku 3 kali untuk memulai cukur” atau “3 senggol, cukup!“. Setelah dia terbangun, gue pesen model potongan gue yakni potong mandarin, dari kecil gue langganan disini dengan model potongan yang sama selama bertahun tahun, dari kejadian ini dapat disimpulkan bahwa gue tipe cowok setia. Dulu waktu kecil pernah gue takut cukur, soalnya waktu kecil gue ditinggal disini sendirian, gue takut kalo waktu gue selesai potong, papa gue belom jemput gue, gue takut kalo aja tukang cukurnya jahat, trus gue diculik, trus gue dilatih jadi tukang cukur, gue takut. Tapi kenapa papa gue selalu pergi? Soalnya waktu kecil, tiap cukur gue selalu minta dibelikan sesuatu, ya susulah, ya robot robotanlah, ya gitu deh anak kecil. Nah, waktu cukur kali ini, karna rambut gue masih pendek, potongannya jadi pendek banget. Bukan masalah pendeknya sih sebenernya, tapi modelnya. Waktu lagi nyukur samping kanan kiri sama belakang udah selesai, tukang cukurnya bilang “Ini yang tengah masih pendek, ngga usah dicukur..” Gue mulai mempertanyakan kalimat “Pelanggan adalah raja“. Akhirnya gue pulang dengan gaya rambut yang aneh.

Yang gue takutkan adalah mungkin waktu temen temen gue tau gue bakalan dihina, trus kalo kakak kelas gue tau mungkin gue akan dikucilkan, mungkin gue akan dirajam batu?! Banyak kemungkinan, dan gue jadi nggak PD. Waktu di sekolah, temen temen gue ngejek ngejek gue dengan kalimat “Rambut lo keren..” trus mereka ketawa alay wkwkwk. Jaman sekarang emang gitu, kalo penampilan diri kurang dikit aja udah stres, ideologi individualis makin merajalela, termasuk di gue, pernah nggak kalian lebih merhatiin orang lain daripada diri kalian sendiri? Tapi jangan kelewatan, misalnya cuma gara gara temen kalian belom makan trus saking pedulinya, kalian jadi stres dan masuk rumah sakit jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: