Fastest way to know about me

Jadi kemarin, hari Selasa, gue nganterin temen les gue, Tama dan Delta, buat daftar SMA.

H-1. Tama sms gue malem malem dan pembicaraan kami nggak konek sama sekali. Akhirnya gue dan Tama janjian mau berangkat jam 1 besoknya.

Akhirnya, pada hari H, gue dateng ke tempat les gue, tempat gue janjian sama Tama, kira kira jam 1 lebih 20 menit. Gue tepat waktu. Hehe.
Gue cuma bawa motor satu, jadi gue, Tama, dan Delta, nunggu ada yang bisa nganterin.
Ternyata, mamanya Delta dateng, dan kami berangkat menuju SMA tujuan kami.

Gue boncengin Tama. Waktu gue boncengin Tama, rasanya ringan banget, ternyata dia belom naik. Gue naik motor pelan pelan dengan dua alasan, pertama, mamanya Delta minta begitu, kedua, gue takut waktu gue sedikit ngebut, reaksi Tama akan diluar dugaan gue, mungkin Tama bakal jadi Zombie atau Monster, tapi yang paling gue takutkan adalah kalo Tama tiba tiba meluk gue dari belakang. Gue jarang boncengin cewe, apalagi pacar, sekalipun pernah, pacar gue aja nggak meluk gue dari belakang. Ironis.

Sampai di SMA tujuan kami, gue, Tama, dan Delta, masuk kedalam untuk pendaftaran, trus mamanya Delta nunggu diluar. Waktu pendaftaran, Tama selesai duluan, trus ngobrol ngobrol sama gue. Gue pinjem soal simulasi punya Tama, soalnya, gue ditantang guru gue harus bisa dapet nilai lebih dari 8,75. Sebenernya gue nggak salah apa apa sama guru gue, cuman waktu guru gue narget nilai 8.00, gue minta naik jadi 9.00.

Akhirnya Delta selesai, dengan muka muram, Delta deketin gue dan Tama. Ternyata Delta lupa bawa duit, karna gue temen yang baik, gue langsung nyuruh Tama buat mintain ke mamanya Delta. Akhirnya semua berhasil di selesaikan.

Waktu pulang, gue dan Tama ditraktir makan soto sama mamanya Delta. Inilah yang dinamakan teman. Waktu makan bersama, Tama mirip orang laper yang belom makan 7 hari, tapi yang gue mau ceritain bukan itu, waktu makan bersama, gue rasa nyaman karna ada sosok seorang ibu. Ibu itu bukan Delta, apalagi Tama, ibu itu adalah mamanya Delta. Menurut gue, surga bukan berada di telapak kaki ibu, tapi ibulah surga kebahagiaan itu. Kadang kita sering bertengkar dengan mama, dan lain lain, tapi kalo kita mau mencoba mendalami lebih lagi, ada suatu kebahagiaan dan kedamaian yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata saat berada di dekat mama. Itulah, the power of mother. Maaf ya, endingnya ngga nyambung sama judulnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: