Fastest way to know about me

Bosique

Pusing. Nggak tau mau mulai ngetik darimana. Maybe, ini akan jadi post terakhir gue, untuk tahun 2k16 ini.

Post ini resmi terbit awal September 2016, tapi dengan beberapa pertimbangan gue jadiin draft lagi. Dan sekarang gue set ke tanggal acak. Post ini juga sedikit gue tulis ulang, jadi mungkin kalo dulu ada yang pernah baca, sekarang isinya agak beda, cuma ngerapihin.

Gue pernah baca suatu artikel, lupa dimana tapi kira kira isinya begini:

Seorang cewek yang baru putus dari pacarnya akan merasa sangat kehilangan, kemudian berangsur angsur bisa move on. Berbeda dengan cowok yang baru putus dari pacarnya akan merasa tegar dan langsung bisa move on, tapi berangsur angsur merindukan masa lalu.

Anggap saja itu hal paling umum yang biasa terjadi. Gue bukan penganut teori universal, jadi gue juga nggak maksa teori tersebut terimplementasikan dalam kehidupan kalian. Wehes implementasi. Teori tersebut akan jadi dasar dari post dalam post ini:

Tulisan ini, ditulis spesial untuk kamu. Seseorang yang sudah aku tinggalkan, tapi masih sering menghampiri dalam mimpiku. Bahkan rasanya sampai sekarang masih sama, hanya saja sudah tidak ada kita, hanya aku dan kamu.

Aku masih ingat betul, beberapa hari yang lalu, entah mengapa, aku memimpikanmu lagi. Atau mungkin kamu yang sengaja hadir dalam mimpiku?

Rasanya masih sama. Tawa itu, obrolan itu, semuanya sama. Sampai akhirnya aku teringat dalam mimpiku, bahwa sekarang tidak ada kita, melainkan aku dan kamu.

Aku, sampai sekarang, masih jatuh hati. Dengan caramu bercanda, dengan sikapmu yang konyol, dengan topik obrolan yang sangat random.

Kamu, kaum hawa pertama yang berhasil membuatku nyaman, tanpa paras yang memukau banyak orang, tanpa fisik yang membuat mata lelaki melirik. Kamu, sungguh sederhana. Dan kamu tau? Kamu pernah membuat aku jatuh hati bahkan dengan keadaanmu yang sederhana.

Kita pernah melukis mimpi bersama. Maaf, aku dan kamu pernah melukis mimpi bersama. Mungkin tak seindah ‘relationship goals’ jaman sekarang, namun cukup indah untuk jadi mimpi versi aku dan kamu.

Kamu,  yang selalu bersabar menungguku pulang, tidak pernah mempersoalkan perihal mengapa di siang hari aku tidak memberi kabar. Hanya setia menanti hingga aku pulang dengan kabar yang kadang hanya berisi keluhan kelelahanku.

You aren’t perfect. Dan walaupun kamu sungguh memukau dengan kesederhanaan, kamu masih punya beberapa aspek yang tidak pernah aku suka. Bukan karena aku sempurna, tidak suka terhadap sesuatu hal yang wajar bukan? Seperti ada orang yang tidak suka durian, wajar.

Aku tidak suka, saat kamu bernyanyi, mungkin pada dasarnya aku tidak suka penyanyi. Lagu lagu yang tidak aku sukai, seperti lagu Rizky – Kesempurnaan Cinta, dan lagu lagu pop lainnya. Kamu boleh menyukainya, tapi jangan nyanyikan di depanku. Mungkin bukan seleraku saja. Mungkin lagu lagu seperti itu adalah durian yang tidak aku sukai.

Aku tidak suka, saat kamu berdandan, berulang kali aku menegur tetap saja banyak alasan. Entah hanya aku atau pada umumnya laki laki seperti ini, yang pasti aku lebih suka seorang perempuan yang tampil apa adanya, tanpa bedak, tanpa alis palsu, tanpa lipstik, tanpa make up. Karena perempuan paling cantik ialah perempuan yang baru bangun tidur.

Aku tidak suka, gaya berpacaran aku dan kamu yang tidak sehat. Menurutku, gaya berpacaran sehat itu makan buah dan sayur dan olah raga bersama, tapi aku dan kamu tidak, hampir setiap malam kita pergi untuk makan, sampai akhirnya besar pasak daripada tiang. Mungkin bergantian untuk membayar makanannya, namun selesai juga kisah kasih dompet dan bung Soekarno-Hattaku, dan yang paling tidak aku suka saat kamu terlalu sering untuk membayar karena aku sedang tidak punya uang. Ah, aku terlalu berhitung ya, atau, entahlah.

Aku tidak suka, saat kamu menangis. Apalagi karena aku. Menangislah, hanya jangan di depanku. Entah tidak tega atau apa, aku tidak suka orang menangis, walaupun itu kamu.

Aku tidak suka, saat aku harus menunggu. Seperti saat kamu memaksaku menjemput lebih awal, namun saat sudah sampai di tempat ternyata kamu belum siap untuk pulang, malah sedang menghantarkan temanmu.

Aku masih ingat hampir setiap detail tentangmu, bahkan saat beberapa kali aku melakukan kesalahan, lalu berjanji untuk tidak mengulang. Dan aku tau, bahwa aku jauh lebih tidak sempurna darimu. Kamu, layak untuk mendapatkan yang lebih dari sekedar aku.

Setiap aku dan kamu berpisah, kamu selalu terlihat lebih baik di mataku. Seperti inang yang baru ditinggalkan parasit. Membuatku ragu untuk kembali, karena aku tak bisa yakin, bahwa kamu akan sebahagia yang kulihat saat tidak bersamaku.

Aku masih sering membuka akun media sosialmu, hanya memastikan bahwa kamu sedang bahagia. Memastikan bisnis yang katamu dipakai untuk mengisi waktu luang melupakanku sedang berjalan lancar. Ya, mungkin aku akan sangat bahagia, ketika kamu sudah bertemu dia, yang lebih baik daripada aku, yang sudah Tuhan siapkan untukmu.

Apatisku pada pendapat orang tentang diriku akan terus ada, karena yang terpenting adalah kebahagiaanmu, bukan pengetahuan mereka tentang apa yang terjadi.

Jika boleh kembali pada saat aku memutuskan meninggalkanmu, aku akan menarik kata kataku, agar aku bisa mengusahakan kebahagiaan untukmu.

Jika boleh kembali pada saat aku dan kamu bertemu, aku akan memilih tidak mengenalmu lebih dekat, agar kamu tetap bahagia seperti seharusnya saat sebelum mengenalku.

Namun sekarang, aku sudah memilih. Dan aku akan bertahan pada pilihanku yang sekarang. Mungkin pilihanku tidak sesabar dirimu, tidak seopen mind kamu, bahkan tidak sesuai yang aku ekspektasikan, tapi aku sudah memilih, dan sekarang adalah waktunya bertahan pada pilihan.

Untuk sekali ini dan seterusnya, aku hanya ingin setia dan bertahan pada pilihanku.

Sekarang mungkin aku hanya bisa berdoa untuk yang terbaik. Untuk terbaikku, dan untuk terbaikmu. Bahkan dalam posisi seperti ini tidak terlalu naif untuk berdoa kan?

Akhir kata, tetaplah bahagia dan aku akan tetap memastikannya.

Hehe, bukan sok bukan apa ya, au ah. Udah mirip kayak curhat sama tembok. Ada iklan dikit ya:

Line: @nsd6703w

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: