Tempatku berbagi cerita, canda, dan karya, oh iya, dan video

Sarangan yang indah part 2

Akhirnya kita semua bisa chek-in.Gue langsung tiduran dan buka laptop dikamar. Kamarnya dingin, padahal ngga ada AC’nya. Tiba tiba datang Ezra, anak temen papa gue. Anak ini sungguh mengganggu. Waktu gue lagi tiduran dia langsung terjun diatas gue. Gue merasa sungguh terganggu. Gue dipukulin. Untuk ukuran anak kecil, pukulannya sangat kuat. Gue berasa dianiaya.
Gue menjauh dari kamar dan Ezra, lalu menyewa kuda untuk dinaiki. Kudanya gagah. Gue naik bersama adik gue. Naik kuda pertamanya menyeramkan. Ternyata rasanya sungguh membosankan. Gue paling bosan waktu liat ada tai kuda dipinggir jalan. Ini sungguh merusak pemandangan. Gue juga liat ada tai kuda deket penjual sate kelinci, mungkin kalo digabung akan menjadi penjual sate tai kuci (kuda kelinci).
Liburan mulai membosankan. Gue mulai berfikir untuk tidur aja. Gue tidur. Waktu itu gue mimpi indah banget. Mimpi gue adalah gue lagi tidur, trus punya mimpi. Nah, mimpi didalam mimpi gue itu gue lagi tidur, didalam mimpi gue itu gue lagi tidur lagi. Hidup gue penuh dengan sesuatu yang namanya tidur. Tidur itu memang indah. Gue terbangun di mimpi gue yang terakhir karna gue mimpi dihajar Ezra lagi. Rasanya mirip dipukuli beneran. Sakiittt. Ternyata emang badan gue lagi dipukuli habis habisan waktu lagi tidur.

Malamnya, menurut rencana gue, gue bakalan nonton kembang api yang katanya keren abis. Baru jam tujuh malem ada beberapa kembang api yang uda dinyalain. Emang keren abis kembang apinya. Liat kembang api ini tu kaya lo lagi duduk santay di teras trus di langit ada kembang api kelap kelip ditemani bintang. Andai aja gue ada yang nemeni waktu itu. Andai saja.
Gue aga bosen dengan semua ini. Kembang apinya cuma gitu gitu aja. Urutanya selalu cuwing-duer-pletekpletek dan ini sungguh membosankan. Gue berkata dalam hati untuk menghibur diri gue sendiri “Nanti waktu peralihan tahun baru pasti kembang apinya keren. Ngga bakal nyesel deh. Ngga bakal.” Baru memasuki pukul Sembilan malam, gue udah ngantuk. Akhirnya gue tertidur pada jam sebelas malam. Sialnya, gue terbangun jam satu dini hari. Keren kan? Ngelewatin peralihan tahun baru dengan tidur sejenak.
Gue ngga bisa tidur. Akhirnya bisa juga. Paginya, gue cari cari sarapan. Setelah itu packing dan memulai perjalanan pulang. Waktu itu dibuka jalur buka tutup. Jalur yang kalo ngga ada orang mau masuk dibuka, tapi kalo ada orang mau lewat ditutup. Keadaannya macet TOTAL. Awalnya waktu keluar dari sarangan menuju jalan tujuan emang engga macet. Tapi waktu uda sampe di desa Gowolulu atau apa itu pokoknya namanya primitive, jalan jadi macet total. Dikarenakan ada dua mobil yang mogok dijalan.
Perbandingannya antara desa Gowolulu dengan jalan keluar Sarangan sangat berbeda. Di jalan keluar sarangan banyak pasangan muda mudi pacaran. Ya, pacaran. Disana banyak orang pacaran dipinggir jalan. Entah karena sengaja mencari tempat romantis atau emang pacaran ngga modal tapi mereka tetap pacaran. Ya, pacaran. Dunia ini memang kejam. Gue ngga habis pikir kenapa mereka berduaan (baca: pacaran) di pinggir jalan. Sementara para jomblo sedang jalan jalan di mall atau sekedar mencari barang promosi gratis dari SPG (Sale Promotion Gay). Ini merupakan sebuah kesenjangan status asmara.
Sebenarnya beda tipis dengan di desa Gowolulu, kalo di jalan keluar Sarangan, banyak pasangan muda mudi saling memuji atau berpelukan (mereka mirip teletabis). Sementara kalo di desa Gowolulu banyak pasangan muda mudi dorong motor mereka yang mogok. Pesan moral pada cerita yang ini adalah jangan pacaran saat hari pertama di tahun baru.
Gue makan di salah satu resto di dekat Balekambang, Tawangmangu. Gue pesen puyunghay. Menurut legenda, orang yang suka makan makanan tersebut, kelak suatu saat akan bertemu dengan sang Putri Duyung. Puyung adalah singkatan dari Putri Duyung. Sementara Hay adalah kata sapaan. Kelak orang yang makan puyunghay akan menyapa Putri Duyung (baca : bertemu). Maaf jika ada salah kata yang disengaja.
Hidangan gue hadir paling akhir. Ini sungguh membuat gue merasa kecewa. Gue tambah kecewa waktu pelayannya buat gue emosi. Waktu dia datang dengan damai, dia bilang, “Mau pesan makanan apa mas?” “Puyunghay” “Maaf? Duyunghay?” “Puyunghay” “Gayunghay?” “PUYUNGHAY MBAK!” gue curiga ini pelayan gadungan. Gue takut terjadi malpraktek disini. “Oh, iya. Puyunghay satu ya?” “Iya” “Mau minum apa?” “Es coklat” “Oke. Es coklat satu ya?” “Iya” “Jadi pesanannya puyunghay satu es coklat satu” “Sip, ngga pake lama ya mbak” “Apa mas?” “Ngga pake lama” “Oke. Pesenya puyunghay satu, es coklat satu, ngga pake lama satu” “Iya, terserah mbak!” “Apa mas?” “Makasih” “Sama sama”
Untungnya gue udah berhenti makan daging manusia waktu itu. Gue merasa tertipu karna yang disajikan bukan puyunghay melainkan telur dadar isi ati, beberapa macam sayuran, dan ditaburi saus yang lumayan enak. (Emang gitu masakannya, setan!)
Setelah makan sore, kami melanjutkan perjalanan ke Solo lagi. Jalan udah mulai ngga macet. Cukup nyaman. Trus kami berhenti di SPBU sebentar untuk buang air mancur. Antri cukup panjang. Yang gue ngga habis pikir adalah kenapa kalo cowo pipisnya juga lama. Ada satu jawaban cukup logis yang ada dipikiran gue. Waktu itu hujan cukup deras jadi dingin dan pipisnya banyak, mungkin karna itu pipisnya lama. Padahal urutan pipis adalah bukacelana-pipis-sentor. Itu adalah fase yang singkat. Oh, iya, lupa, jangan lupa celananya dipake lagi.
Akhirnya gue pulang dengan utuh dan sampai dirumah sekitar pukul delapan malam. Seharusnya judul perjalanan hidup gue yang ini adalah ‘Tahun Baru Gue’, gue emang ngga pinter ngasih judul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: