Fastest way to know about me

Berkata kata

Perkembangan komedi semakin memburuk, kata kata kotor dan tidak layak dengar dianggap lucu dan ditertawakan, ini sungguh akan merusak moral anak anak bangsa yang sedang disiapkan untuk menjadi penerus generasi tua yang sangat rapuh ini! Ngomong apa sih gue. Terserah, tapi itu yang gue tau. Banyak lawakan dengan kata kata sensorik, jadi setiap dia ngomong, yang keluar bunyi sensor. Apakah ngga ada lawakan yang lebih sopan dari itu? Gue hidup di Indonesia emang belum sampe 7 turunan, 8 tanjakan, 9 tikungan, tapi gue tau, kata kata kotor tu ngga baek.

Emang ngga gampang buat ngga berkata kata kotor, kadang kita keceplosan, kadang kita laper, laper? Makan sana. Kadang juga kita ngga ngomong kotor dianggep ngomong kotor, beberapa kata emang ngga baik kalo dibawa keluar daerah. Mungkin ini alasanya harus pake pasport kalo keluar negri. Tetep aja mau dilihat dari segi bisnis, cinta, bahkan budaya, kata kata kotor itu nggak baek. Jangan samain bisnis dan cinta, mereka berbeda, orang tua mereka tidak menyetujui hubungan mereka.

Yang jadi masalah adalah jejaring sosial. Ngga ada yang namanya keceplosan. Ngetik itu ada prosesnya. Baca-mikirbalesan-ketik-yes/okenter. Itu adalah siklus yang cukup panjang. Untuk sebuah kata kata kotor di facebook atau di twitter, itu bener bener ngga ada ampun. Mereka uda salah tingkat boyband homo. Kalo keceplosan waktu ditelepon atau waktu ngobrol sih masih ada toleran, karna mereka orang orang pinter yang berfikir cepat. Tolong deh, jangan nodai facebook dan twitter dengan kata kata suci kalian. Ini bukan berarti munafik, tapi berubah dari sesuatu yang kita miliki. Salam perubahan, dan salam ganteng!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: