Tempatku berbagi cerita, canda, dan karya, oh iya, dan video

Nonton PJP the Movie

Sebenernya gue nonton PJP the movienya kemaren, tapi galau menghalangi gue buat share tentang film ini. Film bergenre never horor comedy ini sungguh memikat penikmat film bioskop dan penikmat kaset bajakan. Gue awalnya mau nonton ngajak Nina, temen gue dari alam lain, tapi dia uda nonton dan sedang sibuk, jadi ngga bisa. Akhirnya gue nonton sama Mochtar dan Chandra. Gue nonton bertiga dengan alasan menghindari status homo jalan bareng di mall.

Pertamanya kami bertiga pergi ke Matahari Singosaren, disana gue sempet histeris waktu naek ke lantai atas buat markirin motor. Untungnya gue ngga dicegat teletabis vampire. Kesialan sedang berpihak pada kami, di Matahari ngga ada film Poconggg juga Pocong. Kami berpindah tempat ke Solo Grand Mall. Beruntungnya di Cinema 21 SGM ada. Dan gue dateng ke sana tepat waktu, gue dateng jam 13.45 dan film diputer 14.00. Akhirnya gue ngantri tiket, dan inilah yang gue suka dari bioskop. Mba mba penjual tiketnya lebih perhatian dari pacar. Kalo pacar, kita yang sms ato telepon, bilang “Yank, aku mau nonton film dulu ya..” nah kalo Mba mba penjual tiketnya perhatian banget, gue baru dateng aja mbanya bilang “Mau nonton apa mas?” “Mau duduk dikursi nomer berapa mas?” “Disini bagus mas, atau disini juga bagus mas” “Terima kasih mas” banyak kata kata dari mba mba ini yang memikat hati gue, hati gue tersentuh.

Akhirnya kami bertiga nonton, gue sempet dipalak mba mba yang ada di depan studionya. Dia ngomong “Mas, tiketnya!” dan sebenernya gue pengen jawab “Beli sendiri dong mba! Gue uda cape cape ngantri maen minta aja!” tapi sebelum gue mengucapkan itu, Mochtar uda ngasih tiket kami ke mba mba itu. Mba mbanya jahat, tiket gue disobek. Bener bener. Seharusnya gue panggil sekuriti. Masuk kedalam bioskop, tepatnya studio tiga, gue duduk di kursi. Iyalah! Masa didepan pintu! Waktu gue masuk, filmnya belom dimulai. Ada musik bahasa inggris, dengan mencoba kelihatan cool dan keren, gue nyanyi ehem ehem, walaupun ngga tau itu lagu apa. Studio mulai penuh, kesesakan penduduk terjadi, ini menjadi masalah negri ini, saatnya kita berubah, mari bergandeng tangan bersatu bergerak menuju perubahan! Dua anak cukup! Film mulai diputer, dan saat itu ada film trailer “THOR”. Waktu film trailer dimulai, gue nanya dengan kegigihan hati ke Mochtar “Tar, kita salah masuk studio ya?” ya ampun, ternyata film trailer, gue tertipu, setidaknya ngga ada biaya tambahan.

Film selesai, galau campur wajah bekas ngakak terpancar dari wajah gue. Filmnya bagus, cocok untuk keluarga. Galaunya kena banget, gue hampir nangis nontonnya, lebih nyentuh daripada sinteron yang bikin gue ketawa guling guling. Pulangnya gue naik lift. #abaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: