Tempatku berbagi cerita, canda, dan karya, oh iya, dan video

Cita Cita

Pertama, cita cita itu berbeda dengan crita cinta.
Kedua, apapun yang gue katakan jangan diprotes.
Ketiga, dengan menaati peraturan diatas,
anda turut berpartisipasi atas pengupgradean kegantengan gue.

Talk about cita cita, gue selalu terkena malapetaka saat
ada orang yang bertanya “Cita citamu apa?”
Sampai sekarang gue masih berfikir, apa sih cita cita gue.
Gue hidup harus punya tujuan, yeah! Go Ahead! Mencuri itu dosa!

Gue sering berfikir tentang cita cita gue. Dan saat itu juga,
langit langsung mendung dan terjadi hujan lebat.
Banyak banget alesan yang ngebuat gue males ngelakuin cita cita itu.
Gue akan ceritakan bagaimana gue memilih cita cita, beserta kegagalannya.
Close the door!

1. Orang Bijak
Pertama, gue pengen jadi orang bijak, muhehehe..
Orang bijak tu asik, cuma ngomong doang langsung dipercaya,
kalo engga cuma ngomong dipanggung bisa dapet duit,
tapi sayangnya gue takut jadi kaya Mario Teguh.
Gue sempet ngebayangin punya istri, trus gue berevolusi
mirip Mario Teguh, jadi kasihan sama istri gue.
Gue berhenti berharap jadi orang bijak.

2. Pedagang
Gue pernah bermimpi menjadi seorang pedagang yang kaya.
Terus gue terkenal juga, di pasar gue disegani, di mall
gue juga disegani, di kuburan gue dikejar zombie.
Enak banget gitu hidupnya, tinggal tunggu duit doang.
Karna sisa kekuatan bijak gue, gue memandang pekerjaan ini
dari sisi lainnya. Ternyata, kelemahan gue malah disini.
Yang membuat gue pesimis adalah nilai ekonomi gue yang jelek.
Disamping itu, gue orangnya juga terlalu baik dan ganteng.
Masalahnya target gue adalah barang habis,
nggak peduli berapapun harganya. Dulu pernah gue jual ikan.
Gue cuma pengen ada pembeli, alhasil ikan harga 1000 rupiah
gue jual dengan harga 500 rupiah. Dengan turunnya 50% harga
ternyata masih tetep engga laku. Akhirnya gue jual 100 rupiah.
Laku deh. Rugi deh. Kena deh.
Gue berhenti berharap jadi pedagang.

3. Penulis
Gue pernah berfikir menjadi penulis.
Terkenal pada sebuah nama saja jadi kemungkinannya kecil,
buat masuk ke acara gosip kesayangan kalian.
Tapi masalahnya gue ini takut banget,
kalo misalnya ada yang baca buku gue.
Baru misalnya aja gue uda sangat takut gini.
Baru berandai andai aja gue uda takut.
Belom kalo orang orang ngeledekin gue.
Belom kalo orang orang nraktir gue!
Ternyata menjadi penulis itu sungguh menakutkan!
Gue berhenti berharap jadi penulis.

4. Olaharagawan
Dengan postur tubuh gue yang atletik ini,
gue pernah berfikir untuk menjadi olahragawan.
Entah menjadi pemain sepak bola, pemain bola basket,
pemain bola pingpong, pemain bola tenis,
sampai sampai pemain bola kukus (itu bolu!)
Niat gue padam setelah gue tau gue ngga bisa berenang
dan ngga bisa parkir motor di mall. Ngga ada hubungannya sih
tapi yang gue tau, niat gue padam seketika itu juga.
Gue berhenti berharap jadi olahragawan.

5. Programer
Berkenalan dengan dunia Luna Maya membuat gue
semakin tertarik dengan dunia perkomputeran.
Ikut dalam pengembangan blog Rezpect Unity membuat gue yakin.
Tapi keingginan gue seakan akan sirna diterpa udara.
Gue berfikir, sekarang tehnologi sudah maju,
dan komputer uda bukan jadi barang mewah.
Ini membuat niat gue menjadi programer tumbang.
Toh di Indonesia programer tidak terlalu dipakai.
Gue berhenti berharap jadi programer.

6. Foto Model
Belum sempat memikirkan bagaimana jadi model,
gue udah mengurungkan niat gue menjadi model.
Sungguh.
Gue berhenti berharap jadi foto model.

7. Pelawak
Gue suka komedi, gue suka ngetawain orang lain.
Masalahnya gue ngga suka diketawain, akhirnya
gue berhenti melawak walaupun gue belom pernah
jadi pelawak.
Gue berhenti berharap jadi pelawak.

8. Koki
Gue pernah berfikir menjadi koki.
Menghasilkan resep resep baru dan ramuan ramuan baru.
Tidak hanya itu, dengan menyandang nama pekerjaan
sebagai “Koki” gue telah menyatakan diri kalo gue
bisa masak sampai menjadi koki.
Namun gue mulai memandang kebelakang, banyak rakyat
Indonesia yang kelaparan, betapa jahatnya gue
yang tidak memakan hasil jerih payah sendiri.
Padahal diluar sana masih banyak yang menginginkan
makanan itu. Jujur, ini dapat menimbulkan kesenjangan
sosial yang sangat mendalam.
Dan tau nggak?! Gara gara nulis tentang koki gue jadi
laper! Tau nggak sih loe perasaan gue!😥
Gue berhenti berharap jadi koki.

9. Jurnalis
Gue pernah berfikir menjadi jurnalis.
Bisa interview orang sana sini, dibayar lagi.
Uda jadi yang paling pertama tau tentang berita,
dapet duit. Enak bener jadi jurnalis.
Tapi gue mulai sedih ketika nonton film
Supermie Superman”
Ternyata Batman berteman dengan Robin, dan Clark,
alias superman bekerja menjadi jurnalis.
Gue nggak tau gue bisa bersaing dengan Clark ato engga.
Gue juga nggak tau kenapa Batman bisa masuk disini.
Mungkin ini naluri jurnalis gue.
Gue ngga takut kalah saingan dengan Batman, ataupun Superman.
Yang gue takutkan adalah penyamaran superman terbongkar,
dan dia pasti akan marah ke gue. Akhirnya gue harus
mengalahkan Superman dan mengantikannya sebagai
super hero. Ini menambah kesibukan gue. Gue jadi males.
Gue berhenti berharap menjadi jurnalis.

10. Penerima Turis
Gue ngga tau nama pekerjaannya,
tapi setau gue pekerjaan ini butuh komunikasi
memakai bahasa daerah, bahasa Inggris.
Intinya gue ngga bisa basa inggris, jadi gue
berhenti mengharapkan pekerjaan ini,
pernah dulu gue kira Marry Chirstmas artinya
menikah dihari natal, pull / push artinya
adalah pintu, dan gue aga sebel karena
pintu yang bertuliskan push gue tarik ngga bisa.
Gue berhenti berharap.

Setelah 10 pekerjaan gue tolak.
Gue berhenti berharap menjadi mereka.
Gue suka jadi gue sendiri. Its in me.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: